" Additionally, paste this code immediately after the opening tag: "

Cara Mengantisipasi Gelombang Ketiga COVID-19 di Akhir Tahun

Pandemi COVID-19 yang melanda dunia memang meresahkan seluruh kalangan masyarakat. Indonesia terhitung telah mengalami 2 kali gelombang COVID-19 pada periode November 2020 hingga Januari 2021 serta Mei 2021 hingga September 2021. Pengalaman tersebut tentu membuat masyarakat tanah air harus cermat mengantisipasi gelombang ketiga COVID-19 yang diprediksi terjadi pada penghujung tahun 2021.

Antisipasi yang Dilakukan pada Gelombang Kedua COVID-19

Pemerintah menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk mengatasi gelombang kedua COVID-19 pada pertengahan tahun 2021. Awalnya, aturan tersebut diberlakukan di Pulau Jawa dan Bali kemudian diperluas ke beberapa daerah lainnya yang mencakup Tanjung Pinang dan Batam (Kepulauan Riau), Singkawang dan Pontianak (Kalimantan Barat), Padang Panjang, Padang, dan Bukittinggi (Sumatera Barat), Medan (Sumatera Utara), Bandar Lampung (Lampung), Bontang, Balikpapan, Kabupaten Berau (Kalimantan Timur), dan Mataram (NTB).

Aturan PPKM yang diberlakukan pada second wave COVID-19 meliputi:

  • Penerapan 100% Work From Home (WFH) untuk sektor non-esensial, misalnya bidang usaha rekreasi.

  • Penerapan 50% Work From Office (WFO) untuk sektor esensial, meliputi keuangan dan perbankan, pasar modal, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non karantina, dan lainnya.

  • Penerapan Work From Office (WFO) untuk sektor kritikal dengan protokol kesehatan ketat, meliputi bidang kesehatan, logistik, energi, transportasi, industri makanan dan minuman, industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat, dan usaha penunjangnya.

  • Kegiatan belajar mengajar online

  • Penutupan tempat ibadah untuk sementara waktu.

  • Resepsi pernikahan maksimal 30 orang dengan menerapkan protokol kesehatan.

  • Pembatasan jam operasional toko, minimarket, supermarket, pasar tradisional, dan pusat perbelanjaan.

  • Penutupan fasilitas umum berupa taman, Ruang Terbuka Hijau (RTH), dan area publik lainnya untuk sementara waktu.

  • Penumpang perjalanan domestik jarak jauh (pesawat, bus, dan kereta api) wajib memenuhi syarat perjalanan berupa bukti vaksin (minimal dosis pertama), hasil tes PCR H-2 untuk pesawat dan hasil tes antigen H-1 untuk moda transportasi lainnya.

Pelonggaran PPKM pada Oktober 2021

Luhut B. Pandjaitan selaku Koordinator PPKM Wilayah Jawa-Bali menyebutkan bahwa DKI Jakarta, Jawa Barat, DIY, dan Bali berhasil mencatat 0 kasus kematian COVID-19 pada tanggal 17 Oktober 2021. Jumlah kasus COVID-19 yang sudah menurun drastis sejak puncak gelombang kedua membuat aturan PPKM mulai dilonggarkan. Beberapa kebijakan yang berkaitan dengan pelonggaran PPKM adalah sebagai berikut:

  • Banyak sektor bisnis yang mulai memberlakukan sistem WFO.

  • Pusat perbelanjaan modern, supermarket, dan minimarket mulai beroperasi seperti biasa dengan jam normal. Bahkan, anak-anak berusia di bawah 12 tahun sudah boleh memasuki area pusat perbelanjaan modern dengan menaati protokol kesehatan dan mendapatkan pengawasan ketat dari orang tua.

  • Bioskop dan kantin bioskop sudah mulai beroperasi.

  • Tempat ibadah mulai dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan.

  • Sebagian sekolah sudah memulai aktivitas belajar tatap muka bagi murid yang telah divaksin (usia 12 tahun ke atas).

  • Bandara Internasional Ngurah Rai mulai beroperasi kembali tanggal 14 Oktober 2021.

  • Pusat kebugaran boleh beroperasi dengan kapasitas maksimal 25%.

Peningkatan mobilitas masyarakat pasca gelombang kedua COVID-19 tampak dari kondisi jalan raya yang mulai kembali macet, pusat perbelanjaan yang ramai pengunjung, serta aktivitas masyarakat di tempat umum terlihat berjalan seperti biasa.

Mari Mengantisipasi Gelombang Ketiga COVID-19

Gelombang kedua COVID-19 memang sudah berlalu. Jumlah kasus COVID-19 dan tingkat keterisian rumah sakit pun sudah menurun drastis. Namun, bukan berarti masyarakat boleh lengah dalam menghadapi COVID-19. Justru gelombang ketiga COVID-19 bisa terjadi di depan mata, terutama pada momen libur panjang akhir tahun yang membuat banyak orang memutuskan mudik atau berlibur.

Bukan hanya pemerintah yang patut siaga mengantisipasi gelombang ketiga wabah penyakit tersebut. Setiap keluarga juga harus sigap melindungi diri agar risiko penularan COVID-19 secara masif bisa diminimalkan. Oleh sebab itu, Moms wajib melakukan beberapa hal berikut ini sebagai langkah antisipasi gelombang ketiga COVID-19 di tanah air:

  1. Menaati Protokol Kesehatan Setiap Saat

Mulai sekarang, Moms harus memastikan bahwa diri sendiri, si kecil, dan anggota keluarga lainnya menaati beberapa protokol kesehatan berikut ini:

  • Senantiasa menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Moms sekeluarga harus menggunakan masker medis dan masker kain (double masker) sesuai dengan standar kesehatan yang ditetapkan WHO. Pemakaian masker dapat meminimalkan penyebaran Covid-19 melalui udara dan droplet (cairan tubuh seperti air liur, dahak, atau ingus). Jangan lupa mengganti masker secara teratur agar kebersihannya senantiasa terjaga.

  • Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun antiseptik sebelum dan sesudah beraktivitas, terutama jika baru saja beraktivitas di tempat umum, toilet, dan luar ruangan. Bila tak ada air bersih dan sabun antiseptik, Moms bisa menyiapkan handsanitizer dengan kandungan alkohol 70% sebagai pengganti.

  • Membiasakan seluruh anggota keluarga untuk langsung mandi dan berganti pakaian setelah beraktivitas di luar ruangan dan atau berinteraksi dengan banyak orang. Mandi dengan sabun antiseptik 2 kali sehari dapat membasmi mikroorganisme penyebab penyakit yang menempel pada permukaan kulit.

  • Menjaga jarak dengan orang lain (physical distancing) minimal 1 meter supaya terhindar dari droplet ketika orang lain bicara, batuk, atau bersin.

  • Menjauhi kerumunan saat beraktivitas di tempat umum.

  • Membatasi aktivitas di luar rumah, kecuali untuk hal-hal mendesak seperti bekerja, berbisnis, atau belanja kebutuhan rumah tangga.

  1. Menjaga Daya Tahan Tubuh Keluarga

Penurunan kasus COVID-19 tak boleh membuat Moms lengah dalam menjaga daya tahan tubuh keluarga. Jadi, sebaiknya Moms memperhatikan beberapa hal ini supaya daya tahan tubuh keluarga senantiasa kuat:

  • Mengonsumsi Makanan Bergizi dengan Porsi Seimbang

Asupan makanan bergizi dengan porsi seimbang sangat penting untuk menunjang kesehatan. Selain mengonsumsi makanan yang mengenyangkan, Moms juga harus memperhatikan kandungan gizi dari makanan tersebut. Tubuh tak hanya membutuhkan karbohidrat, lemak, dan protein melainkan juga butuh vitamin, mineral, dan serat. Jadi, jangan malas mengonsumsi sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan untuk menyempurnakan asupan gizi bagi tubuh.

  • Minum Air Putih Minimal 2 Liter Per Hari

Selain makanan bergizi, asupan air yang cukup juga penting untuk mendukung metabolisme dan menjaga daya tahan tubuh. Moms sekeluarga patut mengonsumsi air putih minimal 2 liter sehari supaya tubuh tetap sehat dan terhindar dari risiko dehidrasi serta penyakit lainnya. Jika Moms, si kecil, atau anggota keluarga lainnya termasuk orang yang sering lupa minum, jangan ragu membawa botol minum pribadi berisi air putih ketika beraktivitas di luar rumah.

  • Memiliki Waktu Istirahat yang Cukup

Sesibuk apa pun rutinitas harian, tubuh tetap butuh waktu tidur yang cukup setiap hari. Ketika tidur, tubuh melakukan proses regenerasi sel dan memberikan jeda pada organ untuk beristirahat.  Jadi, usahakan untuk memiliki waktu tidur minimal tujuh jam setiap hari. Kurang tidur bukan hanya berisiko menurunkan daya tahan tubuh, tetapi juga bisa menyebabkan bad mood, kurang konsentrasi, dan meningkatkan nafsu makan secara berlebihan. Kondisi kurang tidur dalam jangka panjang mengakibatkan metabolisme tubuh akan terganggu sehingga memicu penyakit kronis serta berbagai komplikasinya.

  • Melakukan Aktivitas Fisik Secara Teratur

Rutinitas olahraga juga merupakan cara meningkatkan daya tahan tubuh yang tak boleh luput dari perhatian Moms sekeluarga. Di masa pandemi ini, sebaiknya Moms meminimalkan aktivitas olahraga di luar rumah. Sebagai gantinya, Moms sekeluarga bisa melakukan aktivitas olahraga #DiRumahAja. Ada berbagai jenis olahraga menarik yang dapat dilakukan di rumah, misalnya senam lantai, yoga, pilates, dan angkat beban. Luangkan waktu secara rutin minimal 3 kali seminggu untuk berolahraga agar tubuh senantiasa bugar dan produktif. Kalau ingin berolahraga di luar rumah, jangan lupa menaati protokol kesehatan supaya terhindar dari risiko penularan Covid-19.

  • Mengelola Stres Secara Bijak dan Selalu Berpikir Positif

Stres berkepanjangan ternyata rentan menurunkan daya tahan tubuh sehingga membuat Moms atau anggota keluarga lainnya jadi gampang sakit. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Moms harus mahir mengelola stres dan selalu berpikir positif. Lakukan beberapa hal ini supaya terhindar dari stres sekaligus mempertahankan daya tahan tubuh:

  • Menjauh atau mengatasi penyebab stres agar pikiran dan hati merasa lega.

  • Melakukan hobi atau meluangkan me time agar lebih bahagia.

  • Memutuskan untuk rehat atau cuti kalau sudah merasakan kelelahan kerja berlebihan.

  • Berbagi cerita dengan orang-orang terdekat yang dapat dipercaya tentang masalah yang sedang dihadapi, misalnya anggota keluarga lain dan sahabat.

  • Menghentikan Berbagai Kebiasaan Buruk

Jangan menganggap remeh kebiasaan buruk yang sering dilakukan demi kesenangan sesaat. Kebiasaan buruk yang dilakukan terus-menerus dapat mengganggu daya tahan tubuh dan membuat siapapun jadi gampang sakit. Beberapa kebiasaan buruk yang patut dihentikan demi memaksimalkan pola hidup sehat yaitu:

  • Konsumsi alkohol, rokok, dan junk food.

  • Menghindari konsumsi makanan bergizi seperti sayuran dan buah-buahan.

  • Begadang atau lembur kerja hingga larut malam.

  • Malas membersihkan tubuh usai beraktivitas di luar rumah.

  • Gaya hidup minim gerak (sedentari) dan malas berolahraga.

  • Mengurangi kebiasaan membeli makanan dan menggantinya dengan kebiasaan memasak makanan sehat di rumah.

  1. Menyiapkan Persediaan Obat, Alat Kesehatan, dan Perlengkapan Kebersihan

Sama seperti lonjakan kasus COVID-19 sebelumnya, gelombang ketiga COVID-19 juga diprediksi menyebabkan kelangkaan obat-obatan dan peralatan kesehatan di pasaran. Oleh sebab itu, sebaiknya Moms menyiapkan beberapa persediaan obat dan alat-alat kesehatan berikut ini di rumah:

  • Masker medis (termasuk masker hijab atau masker khusus anak).

  • Cairan disinfektan, hand sanitizer, dan sabun cuci tangan dengan kandungan antiseptik.

  • Alkohol 70% dan tisu basah.

  • Obat-obatan untuk mengatasi gejala flu, misalnya aneka jenis obat flu, paracetamol, dan ibuprofen.

  • Tabung oksigen yang sudah terisi penuh untuk mengantisipasi gejala COVID-19 berupa sesak napas akibat penurunan saturasi oksigen.

  1. Mengonsumsi Suplemen Herbal

Kebiasaan mengonsumsi suplemen herbal secara teratur sangat baik untuk mengantisipasi gelombang ketiga COVID-19. Jadi, Moms harus senantiasa menyiapkan suplemen herbal berkualitas untuk meningkatkan sistem imun keluarga. Salah satu produk suplemen yang bisa jadi andalan Moms adalah sekeluarga adalah STIMUNO. STIMUNO merupakan produk herbal fitofarmaka yang terbukti berkhasiat dan aman untuk meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah penyakit, dan mempercepat penyembuhan. Tak seperti produk jamu yang khasiatnya dibuktikan secara empiris atau Obat Herbal Terstandar (OHT) yang belum teruji secara klinis, khasiat fitofarmaka sudah teruji pada manusia dan telah terstandarisasi.

Ada 3 varian STIMUNO yang bisa Moms pilih sesuai kebutuhan, yaitu STIMUNO Forte untuk anak usia 12 tahun ke atas dan orang dewasa, STIMUNO untuk anak-anak usia 1 tahun ke atas, dan STIMUNO Syrup Stick Pack yang kemasannya praktis untuk dibawa bepergian. 

Kalau Moms sekeluarga senantiasa menaati protokol kesehatan, menjalani gaya hidup sehat, dan mengonsumsi STIMUNO setiap hari, niscaya kesehatan keluarga akan senantiasa terlindungi. Gelombang ketiga COVID-19 tak akan menjadi momok menakutkan bagi keluarga yang selalu hidup sehat.

 

Referensi:

  • antaranews.com/infografik/2275510/gelombang-i-dan-ii-covid-19-di-indonesia

  • cnnindonesia.com/nasional/20211005081427-20-703396/daftar-pelonggaran-ppkm-jawa-bali-hingga-18-oktober-2021

  • halodoc.com/artikel/mengenal-protokol-kesehatan-5m-untuk-cegah-covid-19

  • health.kompas.com/read/2020/05/30/140000368/10-jenis-obat-yang-digunakan-untuk-menangani-pasien-covid-19?page=all

  • nasional.kompas.com/read/2021/10/18/18474831/antisipasi-gelombang-ketiga-covid-19-di-akhir-tahun-pemerintah-upayakan-5?page=all  

  • tribunnews.com/corona/2021/10/25/antisipasi-gelombang-ketiga-covid-19-indonesia-datangkan-obat-molnupiravir

Diakses pada: 28 Oktober 2021

Share this article:

Related Articles

Ikuti Social Media kami